First
Tanggal 19 Juli 2014,hari ini ayahku berulangtahun. Seharusnya aku melakukan buka puasa bersama dengan keluarga tetapi saat itu aku sudah ada janji untuk buka bersama dengan alumni sdku. Maaf ya pah aku tidak menyempatkan waktu untukmu:".
Singkat cerita,sehabis acara bukber itu aku pulang dengan dia. Karena pas berangkat hujan makanya aku tidak membawa motor dan menelpon dia agar saat pulang aku nebeng dia hehe. Saat itu aku tidak langsung pulang ke rumah. Aku dan 5 teman lainnya main ke sebuah cafe terlebih dahulu,ya untuk melanjutkan obrolan atau foto bersama karena lama tidak berjumpa. Sudah jam 10 malam dan waktunya pulangg. Aku diantar dia sampai rumah dengan selamat tentunya. Dan aku mengucapkan terima kasih karena telah mengantarkanku.
Obrolanku dengannya tidak berakhir pada saat malam itu juga. Hampir setiap hari aku chat dengan dia. Apapun kami obrolkan,tentang kuliah,hp,teman,dan hal lainnya. Memang saat itu aku menganggapnya hanya sebagai teman karena aku tau dia sudah mempunyai kekasih. Sampai akhirnya aku merenung,apakah wajar jika hanya teman tetapi hampir setiap hari kita chat seperti ini? Mungkin dia memang menganggapku hanya sekedar temannya. Tapi kalau perempuan? Mereka sensitif kalau sudah menyangkut perasaan. Dan mungkin juga kalau untuk orang yg sedang pendekatan 5 bulan bukan waktu yg sebentar untuk sebuah pendekatankan? Aku takut sebenarnya. Takut karena akan ada rasa yang tidak aku inginkan tumbuh. Aku mewanti2 agar tetap bersikap biasa saja ke dia,karena satu alasannya. Dia sudah punya kekasih.
Tgl 28 November 2014, hari ulang tahunku. Kalian tau siapa yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku pertama kali sesudah mamahku? Dia. Dia mengucapkan pukul 23.59 haha itu waktu di tempatku berada mungkin di tempatnya sudah menunjukkan pukul 00.00. Dia memberikan aku berbagai wish. Aku ucapkan terima kasih kepadanya. Hari ini aku sangat senang sekali karena temanku memberikanku surprise. Mungkin cerita ulang tahunku tidak akan diceritakan disini. Akan kubuat lagi cerita khusus ulang tahunku nanti.
Tapi yang tidak diharapkan terjadi juga. Kita memang tidak akan pernah tau esok hari akan bagaimana. Dia mengatakan "gue takut,takut beneran suka sama lo","eh gue nyaman sama lo". Deg.. Dalam hati saat dia berucap seperti itu aku hanya berteriak dalam hati "gue juga hey gue juga!" Tapi apalah hati dan mulut memang selalu berbeda. Hari setelah aku ulang tahun aku mengungkapkan semua unek2 yang mengganjal di hatiku. Lega,sedih,kecewa,galau semua perasaan campur aduk jadi satu. Kecewa karena dia tidak bisa membuat suatu keputusan saat itu,karena dia begitu menggampangkan perasaanku,dia tidak tau bagaimana perasaanku saat itu. Aku tau mungkin dia juga sulit dalam keadaan seperti itu. Yang saat itu dia mempunyai kekasih yg sudah hampir 4 tahun itu tetapi dia juga menyimpan rasa nyaman kepadaku:')
Disitu aku mulai berfikir. Apa aku akan seperti ini terus dengannya? Aku tidak mau disebut orang ketiga,perebut atau semacamnya. Sehingga perlahan aku mengabaikannya,menjauhinya walaupun sangat sulit melakukannya. Tidak mudah menjauhi orang yang kita sendiri sudah merasa nyaman dengannya,apalagi untuk melepasnya.
Tapi saat libur sebelum uas. Dia menanyakan "lo pulang kapan? Nanti gue jemput ya",aku menolak ajakan itu walau akhirnya aku mengiyakannya karena dia terus memintanya. Ya aku hargai atas bantuannya itu. Lusanya kita memutuskan untuk menonton,sebenarnya disini aku merasa bersalah. Aku nonton berdua dengan kekasih orang lain. Oke dia cuma teman pikirku. Maaf ya buat kamu aku nonton dengan kekasihmu. Selesai nonton kita langsung pulang. Sehabis itu aku mulai bbm biasa lagi dengannya,3 minggu sebelumnya aku membalas bbmnya dengan singkat,padat dan jelas. Karena aku masih dalam keadaan kecewa. Harusnya aku tidak pantas untuk kecewa,toh dia bukan siapa2ku. Kita tidak mempunyai hubungan yang lebih. Kita hanya 'teman'.
Tanggal xx ,dia ulang tahun. Aku mengucapkan secara singkat kepadanya "hbd ya" dia balas terima kasih. Sebelumnya aku membuatkannya sesuatu. Aku tidak tau apa yang aku pikirkan sehingga aku membuatkannya hadiah tersebut. Dalam hati aku mengumpat "bodoh kamu,buat apa kamu cape2
bikin kaya gitu. Dia udah ada yang punya!" Ya memang bodoh sekali aku peduli dengan lelaki orang. Tapi aku anggap ini sebagai kado untuk partner yang selalu ada buatku. Lucu memang kelihatannya.
Dia kembali mengucapkan terima kasih saat aku memberinya sesuatu tadi. Aku balas "iya sama2. Traktirannya jangan lupa hehe" dia membalasnya "iya tenang lo mau apa? Tapi abis uas yah" dan seterusnyaaa hehe.
Tahun barupun tiba yeay happy new year 2015🎉
Tanpa ada ucapan selamat tahun baru dari dia. Dia memang suka begitu. Menghilang lalu muncul kembali seolah tidak terjadi apa2. Dia tidak tahu kalau disini ada yang mengharapkan kemunculannya. Untuk apa mengingatku? Dia disana punya kehidupannya sendiri,punya kekasih juga tentunya. Bodoh kamu. Kamu bukan prioritas dia,lalu apa aku harus melupakannya kalau memang dia tidak memprioritaskanku? Seharusnya sih begitu.
Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menjauhiku. Mungkin dia sudah lelah dengan balasanku yang selalu dingin saat membalas chatnya (maaf ya karena aku punya sebuah alasan). Oh atau mungkin dia ingin melanjutkan hubungan yang lebih baik lagi dengan kekasihnya. Lalu apa maksudmu selalu berkata "lo itu buat masa depan gue". Apa maksudnya? Kamu ingin aku menunggumu yang entah benar atau tidak akan menjadikanku masa depanmu? Apa aku harus menunggu ketidakpastian itu sedangkan disana kamu juga berucap seperti itu kepada kekasihmu? Kamu tidak tahukan kalau aku selalu memikirkanmu? Kamu tidak tahukan betapa susahnya melupakan seseorang? Kamu tidak tahukan betapa terpuruknya aku saat ini? Aku sadar aku cuma sebuah pilihan. Iya pilihanmu ketika kau sedang bosan dengan kekasihmu. Sekarang kamu mau pergi? Silahkan:) Aku sudah cukup ahli dalam hal dikecewakan. Jika memang kau untukku Allah akan menyatukannya. Jika tidak? Ya semoga aku diberikan seseorang yang lebih baik darimu. Aamiin.